-another phase of existentialism angst-

kaki ini tak mau diam, gatal telapak ingin terus jejaki tanah baru, jelajah ranah asing dan resapi setiap dekik tonjolnya.

hati ini tak rela katup, nyalang meronta harap terus alami hal baru, jamah kisah asing dan endapi setiap tawa tangisnya.

lalu mengapa setiap terbit mentari mata ini menolak menyapanya, seolah ingin sembunyi bertameng mimpi agar tak perlu terjejali rasa pahitnya hidup?

-23 November 2007-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s