bagaimana kita meredupkan jiwa yang masih membara?
ketika raga sudah menyerah namun jiwa belum mau kalah?
…untuk pejuang yang tak kenal lelah,
saya titipkan doa kepada semesta
- 29 Desember 2009-
12 Minggu Sep 2010
bagaimana kita meredupkan jiwa yang masih membara?
ketika raga sudah menyerah namun jiwa belum mau kalah?
…untuk pejuang yang tak kenal lelah,
saya titipkan doa kepada semesta
- 29 Desember 2009-
11 Sabtu Sep 2010
Tuan datang berkedok romansa
Berjalan tegap jumawa
Dan seperti banyak laki-laki
Mahir menjual teori dan mewangi janji
…tapi lupakah tuan?
Tidak semua perempuan mudah kenyang
Duduk manis berpangku tangan
Hidup untuk tersenyum manis berdiam diri
Disuapi mimpi yang bukan miliknya sendiri
06 Selasa Jul 2010
Waktumu tak beku, teman, dia berlari.
Dia berjingkat, berjalan, melompat, menari.
Meninggalkan kita terjungkal tertatih meraih :
kristalisasi asa yg tak kunjung jernih
08 Rabu Feb 2006
-8 Februari 2006-
01 Sabtu Jan 2005
Mengapa perjuangkan nyaman semu dan sementara,
Ketika ada yang nyata abadi?
Mengapa bertahan dalam geliat jiwa terusik,
Ketika dapat beranjak?
Mengapa memilih jalan di tempat,
Ketika tujuan sudah terlihat?
Mengapa tidak mencari satu bintang,
Mumpung malam masih panjang?
-circa 2005
01 Sabtu Jan 2005
Sejuta berkas sinar terbias dihadapan mata
Memanjakan indera-indera
Terlalu banyak yang harus diresapi,
Hingga adakalanya hati ingin meluncur saja
Namun hidup terbentuk oleh
Segala yang meresap di jiwa
Segala yang merasuk di kalbu
Semua yang mengajak aku benam
Jauh ke dalam
Semua yang memaksa berontak
Saat diri mulai sesak
Dan aku merasa hidup.
Aku ada.
Walaupun tidak sempurna dan penuh luka,
Tapi nyata
Bisa dirasa dan dapat merasa
-circa 2005
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!